Seruling: Alat musik dari keluarga woodwind

Seruling atau suling adalah alat musik dari keluarga alat musik tiup kayu atau terbuat dari bambu.

Suara seruling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik.

Seruling: Alat musik dari keluarga woodwind
Berbagai macam seruling.
Seruling: Alat musik dari keluarga woodwind
Orang Nubian Mesir sedang bermain seruling

Seruling modern untuk para ahli umumnya terbuat dari perak, emas, atau campuran keduanya, sedangkan seruling untuk pelajar umumnya terbuat dari nikel-perak, atau logam yang dilapisi perak.

Seruling konser standar ditalakan di C dan mempunyai jangkauan nada 3 oktaf dimulai dari middle C. Akan tetapi, pada beberapa seruling untuk para ahli ada kunci tambahan untuk mencapai nada B di bawah middle C. Ini berarti seruling merupakan salah satu alat musik orkes yang tinggi, hanya piccolo yang lebih tinggi lagi dari seruling. Piccolo adalah seruling kecil yang ditalakan satu oktaf lebih tinggi dari seruling konser standar. Piccolo juga umumnya digunakan dalam orkes.

Seruling konser modern memiliki banyak pilihan. Thumb key B-flat (diciptakan dan dirintis oleh Briccialdi) standar. B foot joint. Akan tetapi, adalah pilihan ekstra untuk model menengah ke atas dan profesional.

Seruling open-holed, juga biasa disebut French Flute (di mana beberapa kunci memiliki lubang di tengahnya sehingga pemain harus menutupnya dengan jarinya) umum pada pemain tingkat konser. Namun, beberapa pemain seruling (terutama para pelajar, dan bahkan beberapa para ahli) memilih closed-hole plateau key. Para pelajar umumnya menggunakan penutup sementara untuk menutup lubang tersebut sampai mereka berhasil menguasai penempatan jari yang sangat tepat.

Beberapa orang mempercayai bahwa kunci open-hole mampu menghasilkan suara yang lebih keras dan lebih jelas pada nada-nada rendah.

Seruling konser pada sebelum Era Klasik (1750) memakai Seruling Blok (seperti gambar atas), sedangkan pada sebelum Era Romantis (Era Klasik 1750—1820) memakai Seruling Albert (kayu hitam berlubang dan dilengkapi klep), dan sejak Era Romantis (1820) memakai seruling Boehm (kayu hitam atau metal dilengkapi klep semua yang disebut juga seruling Boehm, sistem Carl Boehm), atau seruling saja.

Khusus musik keroncong di Indonesia pada Era Stambul (1880—1920) memakai seruling Albert, dan pada Era Keroncong Abadi (1920-1960) telah memakai seruling Bohm.

Referensi

Lihat pula


Tags:

Alat musikAlat musik tiup kayu

🔥 Trending searches on Wiki Bahasa Indonesia:

ADaftar pahlawan nasional IndonesiaEropaChelsea F.C.Sri Asih (film 2022)Mahkamah Agung Republik IndonesiaTim nasional sepak bola PrancisKesultanan BantenProyek WillowIsaClarissa TanoesoedibjoAli bin Abi ThalibTiongkokDemokrasiHasanuddin dari GowaTwitterKesultanan DemakMelchias Marcus MekengSuku SundaPara Pencari TuhanNama BaliPiagam JakartaCut Mini TheoPertempuran SurabayaCaturasramaSalam Lintas AgamaGundala (film)Hubungan Indonesia dengan IsraelDinamika (musik)Kalimantan BaratSaiyo SakatoTawakalArema FCCinta yang Tak SederhanaChristine HakimPajakIbnu al-HaitsamGmailAisyahUmar bin KhattabTaufik HidayatRevolusi PrancisSejarah IndonesiaKota MedanYakjuj dan MakjujPerusahaan Hindia Timur Belanda2023Enzy StoriaTatanan Dunia BaruKhalid bin WalidPolitik EtisI Wayan KosterMesirSerat KalatidhaJusuf KallaKomisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik IndonesiaKonferensi Meja BundarTokopediaTimor LesteSaid AbdullahKeramat (film)JawaChairil AnwarTürkiye Radyo ve Televizyon KurumuMasjidilaqsaAhmad LuthfiKomunismeBandung Lautan ApiDoa Bapa KamiIndiaKonflik SampitBola voliDuckDuckGoPevita PearceMichelle ZiudithPSM MakassarJangan Bercerai BundaB🡆 More