Bahasa Bugis: Bahasa Sulawesi Selatan yang terutama dituturkan oleh etnik Bugis

Bahasa Bugis adalah salah satu bahasa dari rumpun bahasa Austronesia yang digunakan oleh suku Bugis.

Penutur bahasa Bugis umumnya tinggal di Sulawesi Selatan. Wilayah penuturnya terutama di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Barru, Kabupaten Majene, Kabupaten Luwu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Pinrang, Kota Parepare. Bahasa Bugis juga dipertuturkan di sebagian wilayah di Kabupaten Enrekang, Kabupaten Majene, dan Kabupaten Bulukumba.

Bahasa Bugis
  • Basa Ugi
  • ᨅᨔ ᨕᨘᨁᨗ
  • بهاس بوڬيس
Dituturkan diIndonesia
WilayahSulawesi Selatan
EtnisBugis
Penutur
4 juta (termasuk 500.000 penutur B2) (2015 UNSD)
Lontara, Alfabet Latin dan Jawi-Serang
Kode bahasa
ISO 639-2bug
ISO 639-3bug
Status pemertahanan
Terancam

CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman

NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Not Endangered

Bahasa Bugis diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL EthnologueC3 Wider communication
Bahasa Bugis dikategorikan sebagai C3 Wider Communication menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini digunakan di wilayah yang cukup luas maupun dipertuturkan cukup luas, misalnya beberapa kota
Referensi:
Lokasi penuturan
Bahasa Bugis: Sejarah, Klasifikasi, Distribusi geografis
Wilayah sebaran bahasa Bugis dan bahasa Campalagian di seluruh Sulawesi
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
Bahasa Bugis: Sejarah, Klasifikasi, Distribusi geografis Portal Bahasa
L • B • PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Sejarah

Bahasa Bugis: Sejarah, Klasifikasi, Distribusi geografis 
Peta yang menunjukkan perkiraan arah dan waktu persebaran bahasa-bahasa dalam rumpun Sulawesi Selatan dari bahasa Proto Sulawesi Selatan

Dalam bahasa Bugis, bahasa ini disebut sebagai Basa Ugi dan suku Bugis sendiri disebut sebagai To Ugi. Menurut beberapa mitos suku Bugis, istilah Ugi diambil dari nama La Sattumpugi, yakni raja pertama Cina yang sendirinya merupakan kerajaan kuno di tanah Bugis. Kata To Ugi sendiri dapat diartikan sebagai "pengikut daripada La Sattumpugi".

Hanya sedikit hal yang diketahui tentang sejarah awal bahasa ini karena kurangnya catatan tertulis. Catatan tertulis paling awal dari bahasa ini adalah Sureq Galigo, yakni sebuah wiracarita mengenai penciptaan orang Bugis. Sumber tertulis lain dari bahasa Bugis adalah Lontara, sebuah istilah yang mengacu pada naskah tradisional dan juga catatan sejarah. Catatan sejarah Lontara paling awal berasal dari sekitar abad ke-17. Catatan Lontara telah digambarkan oleh sejarawan Indonesia sebagai "faktual" bila dibandingkan dengan naskah serupa dari daerah lain di Asia Tenggara Maritim, seperti babad di Jawa. Catatan-catatan ini biasanya ditulis dengan nada yang sebenarnya dengan sedikit elemen mitos, dan penulis biasanya akan memberikan penafian sebelum menyatakan sesuatu yang tidak dapat mereka verifikasi.

Sebelum kedatangan Belanda di Indonesia pada abad ke-19, seorang misionaris, B. F. Matthews, menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Bugis, yang membuatnya menjadi orang Eropa pertama yang memperoleh pengetahuan bahasa tersebut. Ia juga salah satu orang Eropa pertama yang menguasai bahasa Makassar. Kamus dan buku tata bahasa yang disusun olehnya, serta teks sastra dan cerita rakyat yang diterbitkannya, tetap menjadi sumber informasi dasar tentang kedua bahasa tersebut. Setelah penjajahan oleh Belanda, sejumlah suku Bugis melarikan diri dari daerah asalnya di Sulawesi Selatan untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Hal ini menyebabkan adanya kelompok kecil penutur bahasa Bugis di seluruh Asia Tenggara Maritim.

Klasifikasi

Bahasa Bugis termasuk dalam kelompok Sulawesi Selatan yang sendirinya merupakan rumpun turunan dari rumpun bahasa Austronesia. Dalam kelompok bahasa-bahasa Sulawesi Selatan, bahasa ini berkerabat dekat dengan bahasa Campalagian.

Distribusi geografis

Sebagian besar penutur asli (sekitar 3 juta orang) terkonsentrasi di Sulawesi Selatan, Indonesia. Terdapat juga kelompok kecil penutur bahasa Bugis di pulau Jawa, pesisir timur pulau Kalimantan yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang, Tarakan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, Sumatra bagian timur, Sabah bagian timur dan Semenanjung Malaysia, dan Selatan Filipina. Diaspora suku Bugis ini merupakan hasil migrasi sejak abad ke-17 yang terutama didorong oleh situasi peperangan yang terus menerus.

Fonologi

Bahasa Bugis memiliki enam vokal dalam kotak fonemnya, yakni /a/, /e/, /i/, /o/, /u/, dan vokal madya /ə/.

Tabel berikut menunjukkan kotak fonem untuk konsonan bahasa Bugis beserta penulisannya dalam aksara Lontara.

Konsonan
Dwibibir Gigi Langit
langit
Lang.
bel.
Celah
suara
Sengau [m] [n] [ɲ] [ŋ]
Gugusan prasengau [mp] [nr] [ɲc] [ŋk]
Letup bersuara [b] [d] [ɟ] [ɡ]
nirsuara [p] [t] [c] [k] [ʔ]
Geser [s] [h]
Rhotika [r]
Hampiran [w] [l] [j]

Disaat bahasa Bugis ditulis dalam alfabet Latin, bahasa Bugis ditulis menggunakan konvensi ejaan bahasa Indonesia umum, yakni sebagai berikut: [ɲ] ditulis sebagai ny, [ŋ] by ng, [ɟ] sebagai j, [j] sebagai y. Konsonan hentian glotis [ʔ] biasanya ditulis dengan tanda petik (contoh: ana' [anaʔ] "anak"), akan tetapi biasanya juga ditulis sebagai q. /e/ dan /ə/ biasanya ditulis sebagai e, ataupun biasanya /e/ ditulis sebagai é untuk mencegah ketaksaan.

Tata bahasa

Pronomina

Bahasa Bugis memiliki empat jenis pronomina personalia yang terdiri atas satu pronomina bebas dan tiga pronomina terikat:

bebas awalan akhiran
orang pertama tunggal iaq -aq/-kaq/-waq (k)u- -(k)kuq
orang kedua familiar iko -o/-ko mu- -(m)mu
orang ketiga ia -i/-wi na- -(n)na
orang pertama jamak/
orang kedua bentuk sopan
idiq -iq/-kiq ta- -(t)taq
orang pertama excl. (arkais) ikəŋ -kkəŋ ki- -mməŋ

Pronomina enklitik digunakan pada subjek dengan verba intransitiva dan verba transitiva. Pronomina akhiran hanya utamanya pada fungsi posesiva.

Aspek

Berikut merupakan aspek ketatabahasaan yang terdapat dalam bahasa Bugis:

Durativa Perfektiva Kondisional Peraguan Emfasis Tempat
kaq naq paq gaq si é
kiq/ko niq/no piq/po giq/go sa tu
kiq niq piq giq to ro
i ni pi gi mi
na pa ga

Contoh

A:

ᨄᨘᨑᨊᨚ

pura-no

punya [penanda prespektiva na () + kamu]

ᨆᨙᨋ?

manre

makan

ᨄᨘᨑᨊᨚ ᨆᨙᨋ?

pura-no manre

{punya [penanda prespektiva na () + kamu]} makan

'Apakah kamu sudah makan?'

B:

ᨉᨙᨄ

deq-pa

tidak + [kondisional ()]

ᨉᨙᨄ

deq-pa

{tidak + [kondisional ()]}

'Belum'

Harap diperhatikan bahwa q melambangkan hentian glotis yang tidak dituliskan dalam aksara Lontara.

    Contoh:

    ᨆᨙᨒᨚ

    méloq-kaq

    mau-Aku

    ᨌᨛᨆᨙ

    cemmé

    mandi

    {ᨆᨙᨒᨚ } ᨌᨛᨆᨙ

    méloq-kaq cemmé

    mau-Aku mandi

    Aku ingin mandi

Dialek

Bahasa Bugis terdiri dari beberapa dialek. Seperti dialek Pinrang yang mirip dengan dialek Sidrap, dialek Bone (yang berbeda antara Bone utara dan selatan), dialek Soppeng, dialek Wajo (juga berbeda antara Wajo bagian utara dan selatan, serta timur dan barat), dialek Barru, dialek Sinjai dan sebagainya.

Ada beberapa kosakata yang berbeda selain dialek. Misalnya, dialek Pinrang dan Sidrap menyebut kata "loka" untuk pisang. Sementara dialek Bugis yang lain menyebut "otti" atau "utti", adapun dialek yang agak berbeda yakni kabupaten Sinjai setiap bahasa Bugis yang menggunakan Huruf "W" diganti dengan Huruf "H". Contoh; diawa di ganti menjadi diaha. Huruf "C" dalam dialek bahas Bugis lain, dalam dialek Sinjai berubah menjadi "SY". Contoh, "cappa" (ujung) menjadi "syappa".

Karya sastra terbesar dunia yaitu I Lagaligo menggunakan bahasa Bugis tinggi yang disebut bahasa Torilangi. Bahasa Bugis umum menyebut kata Menre' atau Manai untuk kata yang berarti "ke atas/naik". Sedang bahasa Torilangi menggunakan kata "Manerru". Untuk kalangan istana, ahasa Bugis juga mempunyai aturan khusus. Jika orang biasa yang meninggal digunakan kata "Lele ri Pammasena" atau "mate". Sedangkan jika Raja atau kerabatnya yang meninggal digunakan kata "Mallinrung".

Referensi

Daftar pustaka

Pranala luar

Templat:Rumpun bahasa Austronesia


This article uses material from the Wikipedia Bahasa Indonesia article Bahasa Bugis, which is released under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 license ("CC BY-SA 3.0"); additional terms may apply (view authors). Konten tersedia di bawah CC BY-SA 4.0 kecuali dinyatakan lain. Images, videos and audio are available under their respective licenses.
®Wikipedia is a registered trademark of the Wiki Foundation, Inc. Wiki Bahasa Indonesia (DUHOCTRUNGQUOC.VN) is an independent company and has no affiliation with Wiki Foundation.

Tags:

Bahasa Bugis SejarahBahasa Bugis KlasifikasiBahasa Bugis Distribusi geografisBahasa Bugis FonologiBahasa Bugis Tata bahasaBahasa Bugis DialekBahasa Bugis ReferensiBahasa Bugis Daftar pustakaBahasa Bugis Pranala luarBahasa BugisBahasaKabupaten BarruKabupaten BoneKabupaten BulukumbaKabupaten EnrekangKabupaten LuwuKabupaten MajeneKabupaten Pangkajene dan KepulauanKabupaten PinrangKabupaten Sidenreng RappangKabupaten SinjaiKabupaten SoppengKabupaten WajoKota ParepareMarosRumpun bahasa AustronesiaSuku BugisSulawesi Selatan

🔥 Trending searches on Wiki Bahasa Indonesia:

IndiaSurah Al-FatihahNasi gorengVincent KompanyDaftar penyanyi solo perempuan IndonesiaLiga 3 (Indonesia) 2023–2024BSunan KudusNarkobaChibi-ChibiUni Emirat ArabXXX (film)BengkuluKelurahanAgamaAgus SubiyantoXNXXPerang Dunia IIDaftar kabupaten dan kota di RiauTeuku Ryan (pemeran, lahir 1994)Salim GroupDaftar kecamatan dan kelurahan di Kota SemarangPemerkosaanTry SutrisnoOnadio LeonardoParineetiiDewasaDaftar negara menurut luas wilayahJerman NaziRidwan KamilRaja GeminiJawaIntegritasKasino daringTelevisi Republik IndonesiaYandex SearchThe Perfect StrangersBandung Lautan ApiIsraelMagic 5Dimash KudaibergenSCTVSejarah Negara PalestinaSeks analDaftar produksi SinemArtPerguruan Tinggi Negeri Badan HukumSistem 12 jamPahlawan nasional Indonesia13 Bom di JakartaAhmad DhaniKunto Arief WibowoAleix EspargaróIwan Setiawan (militer)BokepGhea IndrawariXabi AlonsoPep GuardiolaPembunuhan Vina Dewi ArsitaTontawan TantivejakulSi Doel Anak SekolahanPornografiRuang obrolan KakaoTalk Jung Joon-youngRifa'ah al-TahtawiPaulo FonsecaSerangan bom atom Hiroshima dan NagasakiYAndrew AndikaChatGPTBasuki Tjahaja PurnamaExhumaMasturbasiMadura United F.C.BorobudurPerserikatan Bangsa-BangsaListyo Sigit PrabowoSalam Lintas AgamaSydneyJürgen KloppLilian Thuram🡆 More