Wiki Tips and advice Indonesia - Bahasa Indonesia

Apa Perbedaan Perawatan Kulit Sintetis dan Asli?

Kenali karakteristik kulit asli dan kulit sintetis agar Anda tidak terkecoh dan bisa melakukan proses perawatan yang tepat untuk menjaga kualitasnya.

Diperbarui

Ditulis oleh Despasya Yonada

4-Wiki Tips Bahasa Indonesia-januari-2022-header

Durasi Baca 11 - 12 Menit

Kulit merupakan salah satu bahan paling populer yang kerap digunakan untuk membuat produk fashion dan aneka perlengkapan rumah tangga lainnya. Karakteristik bahan yang kuat, menarik, tahan lama, dan terkesan klasik membuat kulit tak pernah dianggap ketinggalan zaman. Sayangnya, banyak orang belum bisa membeli produk berbahan kulit asli karena harganya terbilang mahal. Salah satu alternatif menarik bagi Anda yang menginginkan produk berbahan dasar kulit dengan harga terjangkau adalah kulit sintetis. Ulasan informasi lengkap berikut ini akan menambah wawasan Anda tentang karakteristik bahan kulit asli dan kulit sintetis serta cara perawatannya.

Apa Itu Kulit Asli?

Kulit asli adalah material yang berasal dari lapisan kulit hewan asli. Kulit hewan tersebut telah melalui serangkaian proses hingga menjadi bahan siap pakai. Sejarah mencatat bahwa kulit merupakan material tertua yang digunakan manusia sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Manusia yang hidup di masa prasejarah mengolah kulit untuk dijadikan pakaian, alas kaki, tenda, perlengkapan militer, dan sejumlah barang lainnya.

Beberapa jenis kulit asli yang populer di dunia mode, antara lain:

Calfskin: berasal dari kulit sapi muda yang bertekstur tipis, lembut, halus, dan tidak kaku ketika dalam kondisi baru. Jenis kulit asli ini paling sering digunakan untuk membuat tas dan sepatu.

Grain leather: kulit sapi yang teksturnya sangat mirip dengan kulit aslinya. Di Indonesia, grain leather lebih familiar dengan sebutan kulit jeruk.

● Goatskin: teksturnya lebih kuat, halus, ringan, dan awet dibandingkan kulit sapi dewasa.

Polling

Bagaimana gaya hidup Anda saat pandemi mempengaruhi variasi noda kotor di baju Anda?

0 Suara

Lambskin: berasal dari kulit domba yang teksturnya lebih lembut dibandingkan calfskin sehingga cocok untuk bahan dasar pakaian.

Suede: terbuat dari bagian bawah kulit hewan apapun (pada umumnya sapi, anak sapi, kambing, atau domba). Ciri khas suede adalah tekstur yang lembut dan sedikit berbulu menyerupai beludru.

Shell cordovan: berasal dari bagian bokong kuda sehingga teksturnya sangat keras, padat, dan kuat.

Exotic leather: terdiri dari 4 jenis material berbahan kulit reptil, yaitu crocodile skin, snake skin, lizard skin, dan jaguar skin.

Proses pembuatan kulit asli harus melalui beberapa tahapan ini hingga siap diolah menjadi aneka produk jadi:

● Kulit mentah (jangat) ditaburi garam lalu dijemur di bawah sinar matahari langsung agar benar-benar kering.

● Selanjutnya, kulit direndam dalam air untuk menghilangkan kotoran, tanah, dan kandungan albuminnya. Pada tahapan ini, kulit akan dicampur dengan kapur untuk melunakkan bulu-bulu yang masih menempel. Tak lupa daging yang melekat pada kulit juga harus dibersihkan dengan pisau tajam.

● Kemudian, kulit akan memasuki tahapan penyamakan yang terdiri dari 3 proses, yaitu chamoising (pelunakan menggunakan bahan-bahan berlemak), tawing (penyamakan dengan tawas), dan penyamakan nabati.

● Proses terakhir yang harus dilakukan adalah pencelupan supaya kulit asli memiliki berbagai warna yang menarik.

Apa Itu Kulit Sintetis?

Kulit sintetis (juga dikenal dengan istilah faux leather) adalah jenis kulit tiruan yang terbuat dari bahan sintetis (hasil rekayasa kimia). Proses pengolahan kulit sintetis melibatkan berbagai bahan seperti lilin dan pewarna untuk menghasilkan warna dan tekstur menyerupai kulit asli.

Jenis kulit sintetis berdasarkan bahan bakunya dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

Polyurethane (PU): terdiri dari dua lapisan berupa split leather (lapisan kulit asli pada bagian dalam) dan polyurethane. Jumlah lapisan yang sedikit membuat tekstur PU bisa berkerut sehingga sangat mirip kulit asli. Pori-porinya juga lebih banyak sehingga cocok dijadikan bahan dasar pakaian tetapi lebih rentan menyerap noda.

Polyvinyl Chloride (PVC): terdiri dari empat lapisan berupa kain (katun atau kanvas) pada bagian dasar, lapisan expanded, lapisan kulit, dan lapisan PVC. Jumlah lapisan yang lebih banyak membuat PVC lebih kuat dan tahan lama dibandingkan PU. Pori-porinya lebih sedikit sehingga tidak mudah bernoda dan sangat cocok untuk bahan dasar furniture.

Mengenal 9 Perbedaan Kulit Asli dan Kulit Sintetis

02. Wiki Tips Bahasa Indonesia Januari 2022 Sub Header 1

Masyarakat awam biasanya agak kesulitan mengidentifikasi perbedaan kulit asli dan kulit sintetis. Padahal, beberapa karakteristik berikut ini dapat membuat Anda menemukan perbedaannya dengan mudah:

Label produk: Produk berlabel Genuine Leather menunjukkan bahwa materialnya terbuat dari kulit asli. Sementara itu, produk berlabel Manmade Material atau Synthetic Leather menunjukkan bahwa materialnya terbuat dari kulit sintetis.

Tekstur: Jangan ragu meraba produk jika ingin mengidentifikasi jenis kulitnya. Produk yang terbuat dari kulit asli akan terasa sedikit kasar karena bahan dasarnya memiliki pori-pori. Teksturnya didominasi guratan-guratan alami sehingga berbeda satu sama lain. Sedangkan produk dari kulit sintetis terasa lebih halus dan elastis. Kulit sintetis juga tidak memiliki guratan khas seperti kulit asli. Perbedaan ini lebih mudah diidentifikasi jika Anda sudah sering merasakan tekstur kulit asli.

Bagian pinggir: Selanjutnya, Anda juga bisa memeriksa bagian pinggir produk berbahan kulit. Produk dari kulit asli pada umumnya lebih tipis karena hanya terdiri dari satu hingga dua lapisan saja. Sebaliknya, produk kulit sintetis justru terasa lebih tebal karena terdiri dari beberapa lapisan, terutama untuk jenis kulit sintetis PVC.

Aroma: Tak dapat dipungkiri bahwa produk dari kulit asli memiliki aroma khas yang tidak dimiliki kulit sintetis. Lain halnya dengan kulit sintetis yang didominasi bau karet atau aroma bahan kimia.

Bekas lipatan: Produk kulit asli tidak meninggalkan bekas bila dilipat, sedangkan produk kulit sintetis justru meninggalkan bekas yang terlihat jelas usai dilipat. Tak jarang pula kulit asli memiliki ciri khas berupa “cacat” yang tidak akan bisa ditemukan pada kulit sintetis.

Kemunculan Jamur: Kulit asli rentan berjamur karena kelembapan udara sangat mempengaruhi kondisi kulit tersebut. Sebaliknya, kulit sintetis tergolong tahan jamur karena tersusun dari bahan- bahan kimia.

Sensitivitas terhadap Api: Karakteristik kulit asli tidak mudah terbakar, sedangkan kulit sintetis justru gampang sekali terbakar. Kulit asli yang terbakar mengeluarkan aroma menyerupai rambut terbakar, sedangkan kulit sintetis yang terbakar mengeluarkan aroma seperti plastik hangus.

Sensitivitas terhadap Air: Selain api, air juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kulit asli atau kulit sintetis. Kulit asli akan menyerap air dan meninggalkan bercak noda yang sulit hilang. Sementara itu, kulit sintetis justru bersifat kedap air sehingga tidak mudah basah atau rusak jika terkena air.

Harga: Material kulit asli membuat suatu produk dibanderol dengan harga mahal, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Harga tersebut sebanding dengan proses pembuatan serta kualitas produk yang Anda dapatkan. Sebaliknya, material kulit sintetis membuat produk dibanderol dengan harga murah, mulai dari puluhan ribu rupiah saja.

Produk Apa Saja yang Biasanya Terbuat dari Bahan Kulit?

Beberapa jenis produk yang terbuat dari bahan kulit asli maupun kulit sintetis, antara lain:

● Produk mode seperti jaket, topi, sepatu, dompet, ikat pinggang, dan aksesori.

● Aneka jenis tas, contohnya koper, sling bag, tas pinggang, ransel, dan waist bag.

● Beragam jenis furniture, misalnya sofa, meja ruang tamu, dan kursi untuk meja makan.

● Jam tangan.

● Apron.

● Berbagai kerajinan tangan, seperti gantungan kunci atau pajangan bernuansa estetik.

Apakah Cara Merawat Produk Kulit Asli dan Kulit Sintetis Berbeda?

Perbedaan karakteristik bahan membuat cara merawat produk berbahan kulit asli dan kulit sintetis jadi berbeda. Walaupun tampilannya terlihat sama bila dilihat sekilas, produk kulit asli dan kulit sintetis memiliki perbedaan karakteristik yang sangat bertolak belakang. Oleh sebab itu, Anda harus cermat merawat produk-produk yang terbuat dari kedua bahan tersebut sehingga kualitasnya selalu baik dan tahan lama.

1. Cara Merawat Produk dari Bahan Kulit Asli:

Beberapa cara merawat produk berbahan kulit asli yang patut jadi perhatian Anda adalah sebagai berikut:

● Produk kulit asli tidak boleh dicuci langsung menggunakan air karena hal tersebut justru rentan merusak tekstur kulit. Jadi, Anda harus menggunakan produk pembersih khusus yang mengandung pelembap sehingga kualitas kulit asli tetap terjaga.

● Penyimpanan produk berbahan kulit asli harus dilakukan dengan teliti. Anda wajib menjauhkan produk kulit asli dari tempat yang lembap sebab kelembapan udara dapat memicu kemunculan jamur yang mengganggu penampilan produk tersebut. Jangan lupa menyiapkan silica gel untuk mengatur kelembapan udara pada tempat penyimpanan.

● Jauhkan produk berbahan kulit asli dari sinar matahari langsung dan air hujan. Kalau produk tersebut telanjur terkena air hujan, segera bersihkan permukaannya dengan kain lap kering bertekstur lembut. Jangan sampai air hujan terserap pada pori-pori kulit hingga menyebabkan perubahan warna dan tekstur.

● Jika memungkinkan, sebaiknya Anda menggunakan produk yang terbuat dari kulit asli secara teratur. Penggunaan rutin akan membuat tekstur kulit jadi lebih elastis dan menghasilkan kilau alami yang indah.

● Material kulit asli tidak boleh dibiarkan begitu saja dalam waktu lama karena kelembapan alaminya akan berkurang drastis sehingga permukaannya mengelupas. Oleh karena itu, kamu wajib mengoleskan pembersih khusus minimal satu bulan sekali untuk menjaga tekstur produk kesayangan Anda.

2. Cara Merawat Produk dari Bahan Kulit Sintetis:

Produk yang terbuat dari kulit sintetis memang kerap dibanderol dengan harga terjangkau. Namun, bukan berarti Anda boleh memperlakukannya secara sembarangan. Anda harus merawatnya secara seksama dengan mengikuti beberapa cara berikut ini:

● Gunakan baby oil dan kapas untuk membersihkan noda membandel pada permukaan kulit sintetis.

● Siapkan produk pembersih khusus untuk kulit sintetis supaya kelembapan dan warna produk kesayangan Anda tetap terjaga.

● Jika tidak punya produk pembersih khusus, Anda bisa memanfaatkan air hangat dan beberapa tetes sabun cuci piring untuk membersihkan kulit sintetis. Usapkan campuran air hangat dan sabun cuci piring perlahan-lahan menggunakan kapas kemudian keringkan kulit sintetis dengan cara mengangin-anginkannya di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

● Jauhkan produk berbahan kulit sintetis dari tempat yang panas atau mengandung api supaya tekstur dan warnanya tidak rentan berubah.

● Simpanlah produk berbahan kulit sintetis di tempat yang kering dan sejuk. Tempat penyimpanan yang tepat membuat kulit sintetis tidak mudah rapuh dan mengelupas. Kulit asli dan kulit sintetis memiliki ciri khas masing-masing yang membuatnya istimewa.

Mulai sekarang, Anda pasti lebih teliti membedakan produk kulit asli dan kulit sintetis. Jangan lupa melakukan perawatan yang tepat agar produk kesayangan Anda tahan lama dan selalu tampak seperti baru.

Awalnya diterbitkan