Wiki Tips and advice Indonesia - Bahasa Indonesia

Menuju Clean Future: Cara Mengolah Kembali Produk Kebersihan Bekas Pakai

Siapa pun bisa mewujudkan clean future dari rumah. Salah satu caranya dengan mengolah kembali produk kebersihan rumah tangga yang digunakan sehari-hari.

Diperbarui

clean future cara mengelola produk kebersihan

Pencemaran lingkungan tidak hanya bersumber dari limbah pabrik atau perusahaan besar. Limbah rumah tangga juga turut menyumbang sebagian besar pencemaran di laut, loh. Untuk mewujudkan lingkungan yang bersih di masa depan atau clean future, kita perlu mengevaluasi kembali apakah selama ini kita sudah mengelola limbah rumah tangga dengan baik.

Limbah rumah tangga atau limbah domestik adalah sisa buangan atau sampah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga sehari-hari. Mulai dari kegiatan mengolah makanan di dapur hingga penggunaan produk-produk kebersihan rumah tangga, semuanya menghasilkan zat buangan yang mempengaruhi kondisi tanah, air, dan udara di sekitar kita.

Limbah domestik terdiri dari dua jenis:

1. Limbah Cair Domestik

Contoh limbah cair domestik yaitu air cucian pakaian, air cucian alat masak, air bekas mandi, serta kotoran manusia. Limbah cair ini bisa mengandung bahan kimia yang berasal dari produk kebersihan tubuh, seperti sabun, sampo, deterjen, minyak, dan sebagainya.

2. Limbah Padat Domestik

Limbah ini adalah sisa atau buangan berbentuk padat yang dihasilkan oleh aktivitas rumah tangga. Misalnya, perabotan rumah tangga, kertas, pakaian, botol plastik, peralatan elektronik, dan sebagainya. Limbah padat domestik umumnya sulit diurai oleh tanah. Bahkan, kadang hanya dibiarkan menumpuk di tempat pembuangan sampah akhir.

Dampak Pembuangan Limbah Domestik yang Tidak Benar

dampak pembuangan sampah limbah

Limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik akan mencemari lingkungan dan menghambat terwujudnya clean future. Dalam jumlah sedikit, limbah cair domestik tidak membahayakan. Namun, bila terakumulasi dalam jumlah besar, limbah cair domestik ini bisa mencemari lingkungan, seperti bila mengalir ke selokan, sungai, atau danau.

Begitu juga limbah padat yang dibuang ke selokan atau sungai, tidak hanya akan mencemari air, tetapi juga menimbulkan risiko banjir. Akibat pencemaran ini, air sungai jadi tidak bisa dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.

Berikut berbagai dampak pembuangan limbah domestik yang mencemari lingkungan:

  • Dampak terhadap Kesehatan

Air limbah dari aktivitas di kamar mandi (buang air kecil dan buang air besar) dapat mengandung bakteri E. Coli penyebab penyakit pencernaan, seperti diare, tifus, dan kolera. Oleh karena itu, limbah cair domestik perlu dikelola dengan baik agar tidak merembes ke air tanah dan mencemari air sumur yang digunakan untuk memasak, mencuci alat masak, pakaian, mandi, dan lain-lain.

Misalnya, lokasi antara septic tank dan sumur harus memenuhi ketentuan dari pemerintah, yaitu berjarak minimal 10 meter. Selain itu, septic tank harus kedap air, memiliki lubang kontrol, ventilasi, pipa keluar-masuk serta dikuras secara reguler untuk dibuang dengan truk tinja. Air yang keluar dari septic tank juga harus dialirkan ke tempat pengolahan lanjutan sesuai kondisi lokasi.

  • Dampak terhadap Lingkungan

Jenis limbah tertentu dapat mempengaruhi tingkat keasaman (pH) tanah. Misalnya, air cucian pakaian yang mengandung deterjen. Bila dibuang ke sungai, limbah cair domestik ini dapat mematikan tumbuhan dan hewan yang hidup di sungai maupun di sekitar sungai. Dalam jangka panjang, pembuangan limbah cair ini ke sungai dapat merusak ekologi sungai.

  • Dampak terhadap Estetika

Limbah padat maupun cair yang menggenangi sungai atau tersebar di permukaan tanah tentu tidak sedap dipandang karena mengotori lingkungan. Bukan itu saja, limbah yang tidak diolah dengan baik akan menimbulkan bau tak sedap sehingga mengganggu kenyamanan warga di sekitarnya.

Mengolah Kembali Produk Kebersihan Rumah Tangga untuk Kurangi Limbah Domestik

Karena penggunaan produk kebersihan rumah tangga turut berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan, sudah selayaknya kita semua melakukan langkah-langkah yang lebih bijaksana untuk meminimalkan efek negatif tersebut. Nyatanya, upaya mengurangi limbah domestik bisa dilakukan dari rumah, loh!

Berikut tips mengurangi limbah domestik yang dapat Anda lakukan di rumah, termasuk cara mengolah kembali produk-produk rumah tangga bekas pakai.

  • Pilah Sampah Rumah Tangga

sampah rumah tangga

Biasakan untuk memilah sampah rumah tangga ke dalam dua jenis: organik dan anorganik. Sampah organik mudah terurai dalam waktu cepat, misalnya sisa makanan, daun-daunan, dan kulit buah. Sementara, sampah anorganik tidak mudah terurai sehingga harus disalurkan ke tempat yang memiliki alat daur ulang. Contoh sampah anorganik: barang-barang berbahan karet, plastik, kaca, dan kaleng.

Banyak orang merasa tindakan memilah sampah ini merepotkan. Sebenarnya, hal ini karena masyarakat belum terbiasa dengan tindakan memilah sampah yang dapat berdampak sangat besar terhadap pencegahan pencemaran lingkungan. Yang pasti, kebiasaan memilah sampah rumah tangga akan memberikan berbagai manfaat berikut:

- Menjaga Kesehatan

Sampah yang dipilah tidak akan menumpuk sehingga mencegahnya menjadi sarang bakteri, serangga, hama, dan kuman penyebab penyakit. Penumpukan sampah, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar, dapat mencemari udara yang dapat memicu timbulnya penyakit.

Tumpukan sampah dapat menghasilkan luapan yang mencemari udara. Luapan sampah ini mengandung zat beracun seperti karbon dioksida, dinitrogen oksida, dan metana. Bila Anda sering terpapar polusi udara dari sampah ini, suatu saat Anda dapat menderita penyakit pernapasan. Polusi udara dari tumpukan sampah dapat diketahui dari bau tak sedap yang biasanya berasal dari limbah cair yang mulai terurai.

- Mengurangi Tumpukan Sampah di Laut

Sebagian sampah yang dipilah akan disalurkan ke bank sampah atau tempat-tempat daur ulang. Hal ini dapat mengurangi penumpukan sampah di laut akibat tidak diolah dengan baik.

- Meningkatkan Kebersihan Lingkungan

Bila tidak dipisah, sampah organik dapat mengotori sampah anorganik. Sebaliknya, bila Anda selalu memilah sampah, maka tidak akan ada sampah yang tersisa atau tertimbun.

Sampah organik tidak akan meninggalkan sisa atau bekas karena dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik akan disalurkan ke bank sampah atau tempat-tempat daur ulang. Karena tidak ada timbunan sampah, maka lingkungan sekitar pun menjadi lebih bersih.

  • Reduce, Reuse, Recycle

cara mengelola sampah daur ulang

Bila Anda sudah membiasakan diri memilah sampah menjadi organik dan anorganik, Anda akan dapat melihat bahwa sebagian sampah sebenarnya tidak perlu dibuang karena dapat dimanfaatkan kembali. Hal ini sejalan dengan prinsip reduce, reuse, recycle

  1. Reduce berarti mengurangi pemakaian barang atau benda yang tidak terlalu kita butuhkan agar tidak menimbulkan sampah. Contoh reduce: Mengurangi pemakaian benda berbahan plastik, seperti membawa botol minuman sendiri setiap bepergian sehingga Anda tidak perlu membeli minuman kemasan. Anda juga dapat menghindari penggunaan sedotan, piring, sendok, atau garpu plastik. Selain itu, biasakan untuk selalu membawa tas belanja ke mana pun Anda pergi sehingga ketika membeli sesuatu Anda tidak perlu menggunakan tas plastik. Contoh reduce lainnya: Belanja sesuai kebutuhan dan tidak mudah tergiur promosi diskon. Alasan membeli barang yang didiskon biasanya karena harganya lebih murah, padahal sebenarnya belum tentu barang tersebut dibutuhkan. Alhasil, Anda hanya menambah tumpukan barang tak terpakai di rumah.

  2. Reuse berarti memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai. Contoh reuse: Menggunakan baterai yang dapat di-charge ketimbang baterai sekali pakai, menggunakan pakaian atau handuk usang sebagai lap pembersih alih-alih menggunakan tisu, atau memanfaatkan layanan isi ulang produk-produk kebersihan.

  3. Recycle adalah mendaur ulang barang menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat. Contoh recycle: Mendaur ulang kertas bekas, mendaur ulang plastik, membuat pot gantung, menggunakan kardus bekas menjadi mainan anak, atau mendaur ulang sampah organik menjadi kompos.

  • Mengolah Kembali Produk Rumah Tangga Bekas Pakai

mengolah produk rumah tangga bekas

Langkah lain untuk mewujudkan clean future adalah mengolah kembali produk rumah tangga bekas pakai. Ya, wadah produk-produk rumah tangga yang sudah tidak dipakai dapat diolah kembali alias di-recycle. Berikut berbagai ide yang dapat Anda coba untuk mengolah kembali produk rumah tangga bekas pakai:

  1. Membuat “Sprinkler” Buatan Sendiri Daripada membeli alat penyiram tanaman khusus, Anda bisa memanfaatkan botol atau wadah produk kebersihan rumah tangga yang sudah tidak dipakai sebagai alat penyiram tanaman. Caranya mudah: Buat lubang-lubang kecil pada bagian tutup botol. Isi botol dengan air, dan Anda pun memiliki alat penyiram tanaman yang fungsinya seperti sprinkler.

  2. Membuat Alat Penyiram Akar Tanaman Caranya: Buatlah banyak lubang kecil di sekujur botol produk kebersihan yang sudah tidak terpakai. Tanam botol di dekat tanaman, tetapi biarkan bagian atasnya terbuka. Isi botol dengan air yang kemudian akan meresap melalui lubang-lubang dan membasahi tanah atau akar tanaman.

  3. Membuat “Rumah Kaca” untuk Sayuran Potong bagian bawah botol plastik, buka tutupnya, lalu letakkan dengan posisi menutupi satu tanaman sayuran. Tindakan ini akan menghangatkan tanaman dan melindunginya dari angin.

  4. Membuat Vas Beberapa wadah produk kebersihan rumah tangga juga bisa dimanfaatkan sebagai vas, loh. Agar vas terlihat cantik, Anda dapat melukis atau menggambar permukaannya atau menempelnya dengan stiker sehingga vas bunga Anda akan terlihat seperti baru.

  • Menggunakan Produk Kebersihan Rumah Tangga Ramah Lingkungan

produk kebersihan rumah tangga ramah lingkungan

Langkah lain untuk mengurangi limbah domestik adalah dengan menggunakan produk kebersihan rumah tangga yang ramah lingkungan. Menggunakan produk yang ramah lingkungan memiliki manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan menggunakan produk pembersih rumah biasa.

Seperti kita tahu, kemasan produk rumah tangga mayoritas berbahan dasar plastik, yang mana sulit untuk terurai jika dibuang begitu saja. Inilah mengapa penting untuk bijak dalam memilih produk rumah tangga. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memilih brand yang menggunakan bahan plastik yang didaur ulang untuk kemasannya. 

Bagi Anda yang selama ini khawatir akan efek negatif dari produk kebersihan rumah tangga, kini dapat beralih ke produk yang lebih ramah lingkungan. Berikut alasan pentingnya menggunakan produk kebersihan ramah lingkungan:

  1. Menggunakan bahan yang ramah lingkungan, yakni dan formula alami yang dapat diperbarui.

  2. Menggunakan lebih sedikit bahan kimia, seperti surfaktan (senyawa dalam pembuatan sabun) dan pewangi yang ramah lingkungan.

  3. Proses karbonnya rendah karena menggunakan energi biomasa untuk pabrik deterjen bubuk.

  4. Lebih hemat dalam menggunakan air karena diciptakan dengan formulasi cepat bilas.

  5. Kemasannya dibuat dari bahan yang dapat didaur ulang.

  6. Aman bagi keluarga, termasuk anak-anak.

Kini Anda memahami bahwa pemilihan produk kebersihan pun dapat mempengaruhi kualitas hidup keluarga di rumah, tidak hanya dari sisi kebersihan, namun juga dari segi kesehatan. Jadi, pastikan Anda menggunakan produk kebersihan rumah tangga yang ramah lingkungan.

Selain itu, pahami juga berbagai cara mengolah kembali produk-produk tersebut saat sudah tidak dipakai. Ajak anggota keluarga yang lain untuk juga menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle. Dengan konsisten mempraktikkan semua itu, Anda sudah berpartisipasi dalam menjaga lingkungan serta semakin maju menuju clean future.

Awalnya diterbitkan